Sir Alex Ferguson

Posted: May 11, 2013 in Olahraga
Tags: ,

images

(sumber gambar : http://www.fanpop.com/clubs/doctor-sir-alex-ferguson-25-years/images/25028420/title/alex-f-wallpaper)

Minggu ini berita di media cetak maupun elektronik sedang ramai dengan 3 hal. Di halaman depan, Ahmad Fathonah beserta selir-selirnya nampak masih menjadi berita favorit. Pengrebekan teroris mengikuti dibelakangnya.

Tapi berita yang mengusik saya di minggu ini bukanlah dua hal di atas. Pengumuman pengunduran diri Sir Alex Ferguson sebagai arsitek Manchester United cukup menggemparkan jagad persepakbolaan dunia. Masa kepemimpinan opa Fergie di MU bahkan lebih tua dari usia saya. Puluhan gelar juara baik di kompetisi domestik dan Eropa sudah dipersembahkan olehnya. Wajar memang kalau opa fergie mau pensiun mengingat usianya saja sudah mencapai 71 tahun. Usia yang seharusnya dinikmati oleh kakek-kakek untuk menghabiskan waktu bersama keluarga terutama cucunya. Tapi opa fergie malah memilih menikmati masa tuanya di bench nya MU sambil mengunyah permen karet dan terkadang terlibat adu argumen dengan anak-anak muda jaman dulu yang sekarang memiliki profesi sama sepertinya.

Entah angin apa yang membuat Fergie memutuskan berhenti tahun ini. Apa karena selebrasi golnya Van Persie yang hampir membuat Fergie semaput menyadarkan bahwa dia sudah sangat uzur? hehehe. Jika berbicara usia, memang tidak bisa dibohongi. Saya jadi ingat ketika dalam suatu perandingan antara MU vs Chelsea yang masih di arsiteki Ancelotti. Di akhir pertandingan, Ancelotti yang menurut saya sudah berusia 50an itupun kepalanya di usap-usap oleh Fergie seperti seorang ayah kepada anaknya. Momen yang memperlihatkan betapa seniornya seorang Sir Alex Ferguson di dunia sepak bola.

Tapi apapun keputusan yang telah opa Fergie ambil di akhir musim ini menurut saya sudah sangat tepat. Karena dia mengundurkan diri disaat tim yang dia arsiteki meraih gelar juara di Liga Inggris. Banyak pelatih dan pemain yang tidak seberuntung Fergie karena harus pensiun di kala klubnya sedang mengalami keterpurukan. Atau bahkan seperti yang dialami oleh Marcello Lippi di piala dunia 2010. Saya Ketika di 2006, Lippi adalah pelatih yang sempurna karena sukses mengantarkan Italia menjadi kampiun pada saat itu. Sayang, keputusannya kembali menjadi pelatih Italia di piala dunia 2010 berujung pada kegagalan. Saya memang tidak tahu pasti persepsi orang terhadap Lippi saat itu tapi yang jelas jasa-jasa Lippi di 2006 sejenak terlupakan. Tapi apapun itu, setiap orang berhak menentukan pilihan hidupnya masing-masing. Tepat atau tidaknya pilihan tersebut menjadi resiko yang tentunya sudah dipertimbangkan sebelumnya.

Pensiunnya Fergie memang menciptakan dampak yang luar biasa. Media sibuk memberitakan kandidat-kandidat suksesornya, isu transfer pemain bahkan prediksi bisakah MU tetap berada di jalur juara bersama pelatih yang baru kelak. Beban mental yang luar biasa bagi David Moyes yang akhirnya diputuskan menjadi nakhoda baru Manchaster United selama 6 musim kedepan. Dan yang cukup menarik, di sosmed, politisi seperti Anas Urbaningrum memanfaatkan momen mundurnya Fergie untuk mengeluarkan bahasa-bahasa bersayapnya. Analogi kepemimpinan fergie yang dikomparasikan dengan seseorang (yang mungkin semua khalayak sudah pasti tahu) menjadi wacana menarik untuk disimak.

Pendukung MU di seluruh dunia pasti sangat bersedih dengan pensiunnya Fergie. Tapi mau bagaimana lagi, seiring berjalannya waktu, pensiunnya Fergie pasti akan terjadi. Setidaknya untuk memberikan MU peluang melakukan transformasi dan lepas dari bayang-bayang kesuksesan yang selama ini didapatkan bersama Fergie. Jika hal tersebut tidak dilakukan saat ini, bisa jadi klub akan gagal mempertahankan kejayaannya di masa yang akan datang. Hal ini seharusnya menjadi hikmah yang bisa dijadikan pelajaran penting bagi kita semua.

Selamat beristirahat Sir Alex, kehadiranmu di dunia sepak bola memberikan warna yang sulit untuk diungkapkan dengan kata oleh para penikmat sepak bola. Semua orang akan sangat merindukan kehadiranmu dipinggir lapangan. Kisah suksesmu akan menjadi cerita hangat sebelum tidur untuk anak cucuku di masa yang akan datang.

 

Andryan Wikrawardana

Orang yang suka menonton dan menikmati sepak bola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s