5 Mei 2013 , Ketika usia 25 mulai menyapa

Posted: May 5, 2013 in Catatan Harian Saya
Tags: ,

Andryan Wikrawardana

Alhamdulillah, Terima kasih atas segala nikmat dan karunia Mu ya Rabb. Hingga hari ini aku masih diperkenankan hidup di dunia ini. Segala syukurku atas nikmatMu yang telah memberikan orang-orang baik disekitarku. Baik itu kedua orangtuaku, saudaraku, keluargaku, sahabat-sahabatku.  Yang senantiasa memberikan semangat atas segala usahaku, yang memberikan rasa aman diketakutanku, yang memberikan kenyamanan di sela kekakuanku, yang memberikan persahabatan dikesendirianku. Sekali lagi, Alhamdulillah……..

Memasuki usia 25 dengan masih berstatus Mahasiswa (meskipun S2) yang  belum punya pekerjaan tetap dan masih percaya dengan mimpi-mimpi yang aku tuliskan di dinding kamar kosan merupakan masa-masa yang berat. Ketika teman-teman sebaya sudah mulai menikah, mempunyai penghasilan tetap setiap bulannya , aku masih saja bergulat dengan teori dan jurnal akademik perkuliahanku. Bahkan tidak jarang ada beberapa orang yang sering “ngeledek” tentang aktivitas ku saat ini.  Memang kuliah S2 ku sudah hampir mau selesai, tinggal thesis dan target wisuda di bulan Oktober. Tapi ketika ditanya apa rencana setelah lulus S2, sampai detik ini pun aku bingung menjawab apa. Alih-alih bicara tentang mencari kerja, aku malah mendaftar beberapa aplikasi beasiswa S2 ke luar negeri. Memang benar, aku masih bermimpi untuk bisa seperti Ikal di novel Laskar Pelangi.

Tapi apapun itu, yang jelas aku harus menentukan untuk hijrah. Pertapaanku di jogja benar-benar membuatku berada dalam zona nyaman. Ada benarnya ketika ada yang mengkritik bahwa aku saat ini terlalu jauh dari realita karena terlalu sering bicara mimpi dan idealisme yang dipandang banyak orang terlalu utopis. Tapi…. hijrah kemana? Menjadi kelas menengah di Jakarta kah? Yang setiap pagi dan petang akan selalu ngetwit tentang kemacetan tapi tanpa sadar telah berkontribusi menyebabkan kemacetan tersebut. ^_^ . Atau pulang ke kampung halaman?  Tapi entah mengapa aku merasa begitu asing dengan kampung halamanku sendiri saat ini. Seolah mengisyaratkan menolak kepulanganku untuk saat ini. Entahlah…. Semoga akhir bulan ini pilihan itu segera aku buat setidaknya untuk menenangkan hati kedua orang tuaku tercinta.

Meskipun bingung dengan rencana-rencana kedepan, memasuki usia 25 membuat aku sadar, bahwa perlahan tapi pasti, aku semakin tua. Setiap main ke kampus S1 entah itu ke perpus ataupun ke kantin, hanya sedikit sekali orang yang aku kenal. Saya ingat, waktu dulu mulai skripsi, angkatan 2009 adalah angkatan termuda yang baru saja resmi jadi maba. Dan saat ini, mereka sudah berbondong-bondong ujian pendadaran. Maba-Maba sekarang adalah anak-anak yang masih SD dan SMP waktu aku baru masuk kuliah. Waw, usia memang sudah tidak bisa bohong lagi, bahwa di usia 25 saya sudah sangat tua di kampus.

Dan yang paling penting, di usia 25 hampir semua ucapan ulang tahun disertai doa agar segera ketemu jodoh. Doa yang sangat saya aminkan dengan kesungguhan hati. Hehehe… ^_^ . Walaupun poin terakhir ini benar-benar sulit untuk saya wujudkan.

Anyway, Selamat datang usia 25…..

Seberat apapun ujian hidup yang akan saya alami di tahun ini, saya percaya, Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambaNya. Insya Allah, saya siap menjalani usia 25 di tahun ini.

Jatah hidup boleh berkurang setiap tahunnya, tapi semangat, progresivitas dan idealisme harus tetap tinggi . Semoga sifat bijak , santun dan kedewasaan diri menjadi pemanisnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s