Bambang Pamungkas, Pemain Idola yang (akhirnya) saya temukan.

Posted: April 2, 2013 in Olahraga
Tags: , , ,

biodata-bambang-pamungkas

Bambang Pamungkas bukanlah pemain sepak bola pertama Indonesia yang saya kenal. Awal saya mengenal sepak bola Indonesia, saya hanya mengenal tiga nama, Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti dan Kurnia Sandi. Ketiga pemain ini pun saya kenal gara-gara pertandingan sepak bola Indonesia yang pertama kali saya saksikan adalah pertandingan Final Sea Games pada tahun 97 dan nama ketiga orang ini begitu sering disebut oleh komentator dan orang yang menonton di sekeliling saya.

Momen pertama saya mulai mendengar nama Bambang Pamungkas ketika dia tampil di Piala Tiger di Jakarta, saat Indonesia harus kalah dari Thailand tapi saat itu, Bambang Pamungkas tampil begitu luar biasa bagi timnas Indonesia. Kedua, , sebuah artikel di tabloid Bola yang memuat profil khusus mengenai Bambang Pamungkas semakin membuat saya tahu bahwa selain Kurniawan, Putiray dan Widodo, Indonesia punya striker muda dan potensial yang luar biasa, Bambang Pamungkas.

Mengidolakan pemain bola Indonesia bagi anak kecil (Usia SD-SMP) seperti saya dulu sangatlah susah. Saya masih ingat betapa hegemoni Serie A bersama pemain-pemain bintangnya begitu besar terhadap anak-anak seusia saya waktu itu. Sangat berbeda dengan media saat ini yang cukup memberikan ruang bagi pemain sepakbola Indonesia untuk dikenal luas oleh publik.

Tapi beberapa episode Piala Tiger dan Piala Asia akhirnya membuat nama Bambang Pamungkas menjadi sangat familiar di telinga saya. Dan mungkin berbeda dengan banyak orang yang mulai mengidolakan Bambang Pamungkas sejak awal kemunculannya hingga kejayaannya, saya mulai mendeklarasikan bahwa saya mengidolakan kapten Timnas indonesia ini ketika banyak orang mulai meragukan kemampuannya dan bahkan mulai ditempatkan di bangku cadangan, tepatnya di Piala AFF 2010.

Bukan jumlah gol, gelar juara yang diraih atau bahkan gelar individu sebagai pemain terbaik yang membuat saya jatuh cinta kepada seorang Bambang Pamungkas. Ada tiga alasan mengapa akhirnya saya menjadikan Bambang Pamungkas sebagai pemain idola saya.

Pertama, jiwa besarnya untuk mengakui keberadaan orang lain yang menurut Pelatih lebih baik darinya. Butuh kematangan emosional yang luar biasa bagi seorang kapten tim , pemain bintang , pemain senior sekaligus kolektor terbanyak jumlah gol di timnas Indonesia untuk bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak menjadi pilihan utama di line up tim. Dan seorang Bepe dengan lapang dada menerima keputusan pelatih tersebut.

Kedua, kharisma dan mental kepemimpinannya di lapangan hijau. Dua eksekusi penalti dibawah tekanan dan harapan luar biasa suporter di Gelora Bung Karno yang menginginkan kemenangan atas Thailand sukses dilaksanakan. Saya berani pastikan, tak seorang pemain yang saat itu bisa melakukan eksekusi seperti yang dilakukan oleh Bepe. Ketika hampir semua pemain Indonesia menangis dan larut dalam kekecewaan karena anti klimaks di final AFF 2010, cuma seorang Bambang Pamungkas yang saya saksikan di layar kaca tetap tegar memberikan semangat dan menghibur pemain yang lain. Padahal, jika dikaitkan dengan faktor usia dan grafik permainan yang mulai menurun, Bambang Pamungkas adalah orang yang paling layak untuk bersedih saat itu. Karena bisa jadi ini adalah turnamen terakhir di penghujung karirnya yang lagi-lagi tak bisa dia menangkan.

Terakhir, saya menyukai Bambang Pamungkas karena dia berani menulis, sebuah aktivitas yang jarang dilakukan oleh atlit nasional bahkan di level internasional sekalipun. Tulisan seorang Bepe benar-benar membuktikan bahwa dia bukan sekedar pemain sepakbola. Kemampuan dia berargumentasi, menyampaikan pendapat maupun kritik serta wawasan yang luas tentang banyak hal membuat saya berani mengatakan bahwa Bambang Pamungkas adalah salah satu intelektual muda Republik Indonesia.

Keputusan yang diambil Bepe pada Piala AFF 2012 semakin menambah rasa hormat saya terhadap pemain ini. Hal ini memang menuai kontroversi, bagi saya keputusan Bepe untuk bergabung dengan timnas yang saat itu harus bergelut dengan dualisme federasi yang memuakkan adalah sangat tepat (lihat tulisan saya dengan judl Bond, Bepe dan Beye).  Pada akhirnya, sekali lagi Bepe harus menerima kenyataan bahwa dia kembali gagal meraih gelar juara di AFF 2012.

Hari ini, Bambang Pamungkas secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari timnas Indonesia. Adalah suatu kewajaran yang akan selalu terjadi bagi setiap pemain sepakbola diamanpun dia berada. Tulisan dengan judul “Saya Adalah Generasi Yang Gagal” menjadi salam perpisahan bagi semua elemen sepakbola Indonesia.

Benar, jika banyak orang mengatakan bahwa Bepe tidak pernah memenangkan apa-apa selama berkarir di Timnas Indonesia. Benar, jika orang mengatakan bahwa generasi Bepe adalah generasi yang gagal dalam sepak bola Indonesia.

Tapi, bagi saya pribadi, sesungguhnya Mas Bepe tidaklah gagal. Bagi saya Mas Bepe telah melakukan banyak hal bagi persepakbolaan Indonesia. Bambang Pamungkas telah meninggalkan banyak pesan kepada generasi baru sepak bola Indonesia. Bambang Pamungkas mengajarkan kita bahwa bermain sepak bola tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik semata, tapi bagaimana kecerdasan emosional berkontribusi luar biasa dalam menjaga keutuhan sebuah tim sepakbola. Bambang Pamungkas juga telah memperlihatkan kepada kita, bahwa pena juga bisa bermakna di tangan seorang pemain sepakbola. Dan yang paling penting, Bepe telah mengajarkan kepada semua pihak , terutama pemain sepak bola di Republik ini untuk berani mengambil sebuah keputusan sulit dengan bebas dan sesuai keinginan hati.

Akhirnya, dengan bangga, di usia 40an nanti, saya akan bercerita kepada anak-anak saya bahwa Indonesia punya pemain sepak bola yang luar biasa, pemain itu adalah BAMBANG PAMUNGKAS!!!!!!!!

Terima Kasih atas segala kontribusi mu untuk Tanah Air Tercinta Indonesia Raya

Dari seorang anak muda yang menyukai sepak bola

Andryan Wikrawardana

Comments
  1. WIdie Blangkon says:

    Luar biasa pengamatan dan analisa anda mas bro……….
    Q sebagai penggemar mas Bepe ngucapin terima kasih atas apresiasi anda untuk mas Bepe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s