Selamat Berjuang Timnas Sepakbola Indonesia

Posted: November 16, 2012 in Olahraga
Tags: , ,

Andryan Wikrawardana

Hari ini entah kenapa saya jadi ingin menulis tentang sepakbola. Padahal saya sedang dalam perjalanan penelitian tentang hutan di Kalimantan. Seyogyanya, apa yang ada dalam pikiran yang harus saya tuliskan tentulah berkaitan dengan agenda penelitian tersebut. Tapi apa daya, sebuah iklan tentang promosi pertandingan Piala AFF 2012 dan kicauan Irfan Bachdim di twitter tentang sepatu barunya untuk Piala AFF membuat pikiran saya hanya satu malam ini, yaitu sepak bola Indonesia.

Persisnya, saya lupa kapan pertama kali mengenal dan menyukai olahraga sepak bola ini. Tapi momen yang coba saya ingat dan selalu saya jadikan rujukan awal saya jatuh cinta dengan olahraga ini adalah pertandingan final Sea Games 1997 antara timnas Indonesia vs timnas Thailand.

Waktu itu saya baru berusia 9 tahun, masih sekitar kelas 4 SD dan tentunya belum sama sekali mengerti apa-apa tentang sepakbola.  Yang jelas, malam itu saya sangat kecewa, karena Indonesia ternyata kalah malam itu. Walaupun kalah, pertandingan tersebut membuat saya menjadi menyukai sepakbola dan timnas Indonesia.

Tahun berikutnya, ketika saya sudah sangat menyukai sepakbola dan menjadi pemain bola (saya sempat menjadi penjaga gawang utama tim kesebelasan SD saya  dalam turnamen antar sekolah) , saya kembali menyaksikan timnas Indonesia bermain di Piala Tiger di Vietnam. Tapi apa yang saya lihat dalam turnamen ini lag-lagi adalah kekecewaan. Kekecewaan pertama ketika Mursyid Effendi mencetak gol bunuh diri dengan sengaja yang dilanjutkan dengan kegagalan kembali menjadi juara.

Kekecewaan yang terus berlanjut di tahun 2000, 2002 dan 2004. Setelah kegagalan di tahun piala tiger 2004, saya sudah tidak semangat lagi untuk menonton timnas Indonesia bertanding. Gairah saya terhadap timnas sebenarnya tumbuh kembali ketika Piala Asia 2007. Meskipun tidak lolos di fase grup saya merasa penampilan timnas waktu itu sangat luar biasa. Mungkin inilah saatnya Indonesia juara di level Asia Tenggara (pikir saya waktu itu). Tapi apa daya, yang terjadi pasca Piala Asia 2007 adalah antiklimaks. Kegagalan terus menerus terjadi disetiap kompetisi yang diikuti timnas Indonesia saat itu.

AFF 2010 sebenarnya saya sudah tidak bergairah lagi untuk menonton pertandingannya. Walaupun timnas sudah diisi oleh pemain naturalisasi seperti Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim saya tetap pesimis waktu itu. Rasa pesimis itu seolah semakin besar ketika Hamka Hamzah membuat blunder yang berakibat Indonesia tertinggal lebih dulu dari Malaysia pada pertandingan pertama. Tapi apa yang terjadi setelah itu membuat gairah saya muncul kembali. Optimisme untuk menjadi juara pada AFF tahun ini akan terwujud. Tapi apa lacur, di akhir cerita , sejarah terulang kembali. Indonesia bukanlah pemenang dalam turnamen tersebut. Kekecewaan yang diikuti dengan semakin memburuknya situasi sepakbola Indonesia hingga detik ini.

Apa kabar 2012? Akhir bulan november ini perhelatan Piala AFF 2012 akan digelar. Terakhir yang saya saksikan adalah pertandingan uji coba antara Indonesia vs Timor Leste yang berakhir 1 – 0 untuk Indonesia. Meskipun menang, permainan Indonesia hingga saat ini masih sangat jauh dari harapan. Berbagai permasalahan yang terjadi seperti konflik PSSI dan KPSI yang berimbas pada tidak diperbolehkannya para pemain asal klub-klub ISL untuk bergabung dengan timnas. Kemudian ditambah dengan minimnya laga ujicoba menjelang berlangsungnya turnamen serta keraguan masyarakat terhadap pemain yang berada di timnas saat ini. Hal ini dikarenakan banyaknya wajah-wajah baru yang dipanggil masih sangat minim pengalaman dalam pertandingan internasional.

Kondisi yang carut marut ini tidak akan pernah mengurangi harapan saya terhadap gelar juara bagi Indonesia. Saya masih ingat ketika pelaksanaan Sea Games di Palembang betapa banyak permasalahan yang menghantam persiapan even terebut. Dari pembangunan venues yang terindikasi kasus korupsi dan hingga saat ini belum jelas penyelesaiaanya. Begitu juga dengan beberapa fasilitas yang baru rampung pembangunannya mendekati detik-detik akhir pembukaan acara. Tapi ternyata para atlet Indonesia mampu memberikan prestasi terbaik dan membawa Indonesia menjadi juara umum.

Hal yang sama juga banya terjadi dalam dunia sepak bola. Publik mungkin masih ingat ketika tahun 2006 dimana skandal calciopoli menghantam sepak bola Italia. Timnas Italia mampu menjadi juara Piala Dunia ditengah permasalahan memalukan yang menimpa federasi sepakbolanya. Selalu ada harapan selama kita masih mau berharap.

Bagi saya, siapapun pemain yang menghuni timnas Indonesia selama mereka bertanding atas nama bangsa kita harus tetap mendukung. Pada Euro yang lalu, suporter Timnas Irlandia yang terus bernyanyi mendukung negaranya walaupun pada pertandingan tersebut mereka diporak porandakan oleh sang juara Spanyol mengajarkan sesuatu yang berharga pada saya. Hal ini pun akan saya lakukan untuk timnas di Piala AFF tahun ini. Saya tidak peduli dengan Federasi Sepak Bola Negeri ini yang terus bertarung berebut kekuasaan karena kepentingan pribadi mereka. Saya tidak peduli mau berapa banyak gol yang bersarang di gawang Indonesia. Saya tidak peduli Indonesia akan menjadi juara atau tidak.  Saya hanya peduli pada para pemain Indonesia yang telah berlatih keras demi menghadapi pertandingan. Saya hanya peduli dengan para pemain Indonesia yang telah rela berpisah dengan keluarga demi membela negaranya. Apapun yang terjadi , saya akan tetap di depan televisi hingga peluit akhir pertandingan, berteriak dan bernyanyi mendukung tim nasional sepak bola Indonesia.

Selamat Berjuang Timnas Indonesia

Palangkaraya, 16 November 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s