GERAKAN MAHASISWA , BERSATU (KEMBALI) DENGAN RAKYAT “SUATU UPAYA MERINTIS MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN DAN KEMANDIRIAN NASIONAL”

Posted: April 17, 2012 in Gerakan Mahasiswa
Tags: , ,

Andryan Wikrawardana

Prolog

Kondisi bangsa Indonesia semakin hari menuju pada titik nadir yang menyedihkan. Hegemoni politik kekuasaan yang mengkhianati amanah perjuangan, penegakan hukum yang membunuh kebenaran, kebijakan ekonomi semakin berpihak pada kepentingan pasar, dunia pendidikan yang tidak membawa pencerahan, serta kondisi sosial budaya yang melupakan tanah kelahiran dan pada akhirnya membawa masyarakat Indonesia semakin jauh dari kesejahteraan.

Di tengah situasi bangsa yang penuh permasalahan, lembaga-lembaga Negara yang seharusnya menjadi roda penggerak pembangunan hanya menjadi boneka para elit kekuasaan. Akibatnya program pembangunan hanya bersifat formalitas dan tidak tepat sasaran. Program pembangunan yang pada hakikat awal seharusnya mampu menstimulus masyarakat untuk lebih berkembang dan bergerak meninggalkan kemiskinan terimplementasi hanya sebatas pencitraan. Kepemimpinan Nasional yang diharapkan mampu menciptakan kemandirian bangsa terkesan layaknya  parodi di panggung kekuasaan.

Untuk itulah, diperlukan sebuah upaha dalam rangka mencoba mengisi ruang kosong yang mulai ditinggalkan fungsi-fungsinya oleh lembaga Negara di Indonesia. Sebuah gerakan yang mampu menjadi penyambung lidah rakyat, gerakan  independen yang berfungsi sebagai penyeimbang penilaian terhadap kinerja Pemerintahan,  gerakan yang mampu membumikan pembangunan untuk menciptakan peradaban masyarakat Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

Gerakan mahasiswa, sebuah harapan

Seolah mustahil, jika kita berangan-angan tentang gerakan yang mampu membawa perubahan seperti yang masyarakat inginkan. Namun , jika kita mencoba bercermin pada sejarah masa lalu , harapan akan hadirnya perubahan belumlah sirna. Ketika bangsa ini masih terjajah oleh kolonial Belanda, gerakan menuju kemerdekaan dibangun oleh kaum terpelajar. Ditengah segala keterbatasan dan tekanan yang mempertaruhkan harta serta nyawa, gerakan yang dibangun oleh mahasiswa mampu membawa perubahan, mewujudkan kebebasan , meraih kemerdekaan. Mahasiswa, sebagai intelektual muda merupakan inisiator perubahan dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia.  Sebuah jawaban ditengah rasa frustasi rakyat akan penderitaan dan ketidakadilan.

Akan tetapi, jika cermati dalam konteks kekinian khususnya di era pasca reformasi , sampai sejauh mana gerakan mahasiswa saat ini berpotensi mampu menciptakan perubahan?. Saat ini, gerakan mahasiswa seolah hanya copy paste prilaku elit di republik ini. Gerakan mahasiswa cenderung elitis, berserakan dan tidak terkonsolidasi dengan baik,  terkesan kaya wacana namun pada hakikatnya  tidak aplikatif, dekadensi kepekaan dan kepedulian sosial serta prilaku pragmatis dan oportunis dalam menyikapi politik praktis. Kondisi ini semakin diperparah dengan situasi dan kondisi lingkungan sosial budaya masyarakat perkotaan yang menghasilkan pola-pola hidup konsumtif dan hedonis. Situasi yang tentunya semakin menjauhkan kehidupan mahasiswa dengan masyarakat.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengembalikan harapan akan kenangan masa lampau menjadi siklus yang berulang untuk konteks kekinian? Gerakan mahasiswa harus menata ulang langkah dan melakukan konsolidasi perjuangan. Gerakan mahasiswa harus belajar dari kesalahan gerakan serupa di masa lampau. Gerakan mahasiswa harus bertransformasi dan berinovasi mengkombinasikan semangat perjuangan dengan kemajuan zaman. Gerakan mahasiswa harus bersatu kembali bersama masyarakat menciptakan perubahan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan gerakan mahasiswa guna mewujudkan kepemimpinan nasional yang berpihak pada rakyat serta menciptakan kemandirian bangsa.

Pertama, gerakan mahasiswa harus menumbuhkan kembali rasa kepekaannya terhadap keresahan rakyat.  Karena, kepekaan terhadap keresahan rakyat adalah awal mulai timbulnya niat perjuangan. Semakin banyak kepekaan itu tumbuh di kalangan gerakan mahasiswa maka semakin dekat perubahan terlaksana.

Kedua, gerakan mahasiswa harus mengadakan konsolidasi nasional. Gerakan mahasiswa harus melupakan kepentingan golongan , ego pribadi serta hal-hal tidak substantif lainnya. Gerakan mahasiswa harus melakukan konsolidasi bersama untuk menyatukan frame serta arah perjuangan yang ingin dicapai.  Jika hal ini tidak dilaksanakan, maka perjuangan hanya akan mengulang siklus perjuangan bersenjata di masa lampau. Perjuangan yang bersifat parsial, tidak teroganisir dan gagal mewujudkan kemerdekaan.

Ketiga, sebagai intelektual muda, gerakan mahasiswa harus menjadi garda depan melakukan pencerahan bagi masyarakat di setiap sektor pembangunan bangsa. Gerakan mahasiswa harus mulai mentransformasikan wacana menjadi tindakan kongkret untuk mengatasi permasalahan masyarakat di lapangan. Hal-hal seperti  transfer of knowledge, transfer of technology, empowerment, community services, advokasi , pendidikan politik yang selama ini hanya dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil , intensitas dan kualitasnya harus ditingkatkan.  Gerakan mahasiswa harus menghindari aktivitas-aktivitas yang cenderung bersifat seremonial semata. Aktivitas seperti itu hanya akan menghasilkan wacana yang semakin minim implementasinya.

Keempat, gerakan mahasiswa harus menjaga konsistensi idealisme perjuangan. Tujuan tidak akan tercapai jika terjadi inkonsistensi dalam upaya pencapaiannya.  Jika idelisme perjuangan itu hanya ada ketika menjadi mahasiswa dan hilang begitu saja ketika masuk dalam sistem maka telah terjadi pengkhianatan besar.

Kelima, gerakan mahasiswa harus belajar dari sejarah. Perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan tanpa ditunggangi kepentingan. Tapi perjuangan atas nama rakyat Indonesia.

Jika kelima hal tersebut dilakukan oleh gerakan mahasiswa, tentunya akan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Setidaknya, akan menjadi sebuah rintisan lahirnya revolusi kebangsaan.

Penutup

Menciptakan Kepemimpinan Nasional yang mandiri serta peduli dengan kesejahteraan rakyat merupakan hal yang harus dilaksanakan. Dan untuk membangun segala aspek yang ada di negara ini bukanlah hal yang mudah. Setidaknya dengan diawali dengan kesadaran oleh gerakan mahasiswa , diharapkan mampu melahirkan generasi baru untuk Kepemimpinan Nasional di kemudian hari.  Dan tentunya dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas , bukan sekedar mengejar eksistensi pribadi.  Namun sebuah perwujudan nilai-nilai kerakyatan yang menjadi nilai luhur perjuangan bangsa. Komitmen, konsistensi dan implementasi adalah modal utama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s