Menjadi Mahasiswa Planologi di Kampus Kerakyatan

Posted: August 18, 2010 in Penataan Ruang
Tags: , , , ,

Andryan Wikrawardana

PROLOG

Planologi, mungkin akan terdengar asing bagi masyarakat awam ketika mendengar nama tersebut. Seperti halnya yang saya alami ketika awal menjadi mahasiswa. Banyak orang yang bertanya dengan saya, “kuliah jurusan apa?” . Dengan bangga saya sering menjawab, PLANOLOGI. Namun setelah mendengar dialektika pasca nama tersebut di ucapkan membuat saya enggan menjawab demikan. Ada yang mengatakan bahwa Planologi adalah jurusan tentang ilmu tumbuhan, ilmu tentang tulang, ilmu biologi , arkeologi dan masih banyak lagi tebakan orang awam terhadap studi yang saya ambil untuk melanjutkan hidup saya di masa depan.

Istilah Planologi terdengar sangat ekslusif, namun berbuah kekecewaan jika harus menjelaskannya dengan masyarakat awam. Agak sedikit melegakan, ketika saya mulai menggunakan Perencanaan Wilayah dan Kota untuk menjawab pertanyaan serupa. Orang awam sedikit lebih paham mengenai studi apa yang saya pelajari sekarang ini.

Mungkin pengalaman yang saya alami tepat empat tahun silam juga dirasakan hampir sebagian besar mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota hampir di seluruh Indonesia. Meskipun lambat laun masyarakat semakin mengenal dan tahu ilmu seperti apakah Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota tersebut.

Who Are U?

Kompas, 8 April 2010 dalam suatu kolom pendidikannya menjelaskan “7 Profesi Idaman di Masa Depan”. Planologi merupakan profesi idaman nomor 5 dalam artikel yang di muat harian ternama Indonesia tersebut. Bukan karena alasan yang sepele. Mengapa Planologi menjadi salah satu profesi idaman masa depan tidak lain adalah karena tuntutan zaman. Planologi merupakan bidang profesi yang mempelajari bagaimana merencanakan ruang wilayah tempat manusia tinggal. Kecenderungan kehidupan perkotaan dan wilayah yang sering tidak terencanakan dengan baik menimbulkan banyak permaslahan yang mengganggu stabilitas dan kenyamanan hidup manusia itu sendiri. Sehingga, perencanaan wilayah dan kota menjadi suatu kebutuhan penting untuk menciptakan tata hidup manusia yang lebih baik di masa yang akan datang. Dan Planologi , merupakan ilmu yang menjawab permasalahan tersebut sehingga merupakan suatu kewajaran jika profesi perencana atau planologi menjadi penting di masa yang akan datang.

“Perencana adalah Peramal Besar” , sebuah filosofi yang selalu disenandungkan oleh Bapak Ir.Gunung Radjiman seorang yang saya anggap sebagai maestro, guru besar, hokage bahkan legenda bagi  perencanaan wilayah dan kota UGM. Filosofi ini juga mengtahbiskan bahwa seorang perencana adalah insan yang visioner.  Seorang perencana , adalah orang yang mampu membaca masa depan suatu wilayah. Dan dengan daya analisisnya mampu memberikan solusi terbaik bagi wilayah tersebut untuk menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

Perencana adalah perantara. Dalam prakteknya di lapangan seringkali akan melibatkan interaksi antar organisasi , kelompok ataupun masyarakat awam. Perencana bertindak sebagai penengah diantara pertarungan kepentingan yang ada. Perencana bertindak dengan kajian akademis yang independen dan berpegang teguh pada upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat umum.

Perencana adalah fasilitator. Permasalahan sosial masyarakat menjadi tantangan pembangunan dewasa ini. Isu-isu seperti kemiskinan, perumahan, lingkungan, kesehatan , sektor informal menjadi makanan sehari-hari masyarakat marginal kota. Perencana dengan kemampuan akademisnya tentunya mempunyai daya kreasi dan inovasi yang tinggi. Pendampingan terhadap masyarakat dengan strategi transfer of knowledge akan membawa perubahan besar dalam solusi permasalahan pembangunan yang ada.

Perencana adalah seorang pengambil kebijakan.  Perencanaan wilayah dan kota sesungguhnya sangatlah politis. Seringkali kepentingan golongan atau kelompok mendominasi perencanaan ruang yang ada. Seorang perencana harus mampu memberikan argumentasi logis yang mengalahkan kepentingan politis yang terkadang irasional. Sehingga kebijakan yang ditetapkan merupakan kebijakan yang substansinya benar-benar untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di masa yang akan datang.

Dan pada akhirnya perencana adalah manusia yang peka terhadap situasi. Peduli dengan lingkungan , berjiwa humanis, penuh inisiatif, berhati nurani serta kritis dan progresif.

Epilog

Sekelumit dialektika di atas menjadi gambaran umum sesungguhnya siapakah perencana itu sebenarnya. Bukan suatu profesi yang bisa dianggap sebelah mata, namun bertanggung jawab terhadap masa depan orang banyak.

Menjadi seorang Perencana Wilayah dan Kota adalah suatu kebanggaan. Perencanaan Wilayah dan Kota adalah suatu prodi yang multidisiplin ilmu. Memberikan kita peluang untuk memperkaya khasanah wawasan menjadi lebih luas. Bukan sekedar untuk menjadi ilmuwan yang ahli dalam satu bidang tertentu saja, namun bertransformasi menjadi cendikiawan yang mampu menjembatani multidisiplin ilmu untuk menjadi lebih sederhana dan bermakna penting serta mudah dipahami oleh masyarakat.

Menjadi seorang Perencana Wilayah dan Kota adalah suatu tantangan. Permasalahan tata ruang yang semakin hari terus menghantui kehidupan manusia memerlukan para problem solver yang tidak hanya mampu menghadirkan kritik membangun namun lebih pada solusi penyelesaian yang kongkret dan terarah.

Bagi saya pribadi, itu adalah hidup yang telah saya jalani dan alami. Namun merupakan dunia baru yang asing dan tidak biasa bagi laskar patriot muda yang baru saja datang untuk menimba ilmu di padepokan mahapatih pemersatu nusantara. Dunia baru yang akan menjadi tautan hidup selama setengah windu penuh makna. Namun akan memberikan pengalaman baru yang tak akan pernah terlupakan.

Selamat datang, dalam dunia yang akan membawa anda menyelami romantisme masa lalu, masa kini dan masa depan suatu peradaban.  Dunia yang membuat anda tidak untuk sekedar melihat, mendengar dan merasa. Dunia yang membuat anda memahami bahwa sesungguhnya hidup akan bermakna dengan adanya realisasi kata.

Dan dunia itu adalah Perencanaan Wilayah Dan Kota Universitas Gadjah Mada

Selamat datang

Buktikanlah bahwa anda tidak akan sekedar menjadi PANGRIPTA LOKA

Namun akan menjelma menjadi PRAMUKYA ARCAPADA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s